Bias Feminisme: Isu LGBT, Seks Bebas dan Perubahan Norma Seksualitas

Anggita Rendanody

Abstract


Feminisme dimaknai sebagai suatu gerakan atau aksi perlawanan atas dominasi pria dalam kehidupan yang kini dimanifestasikan melalui media massa dan media sosial. Pada hakikatnya, media sosial adalah salah satu jenis media massa. Perbedaan keduanya terletak pada kelembagaan dan pertanggungjawaban atas informasi yang diberikan. Meskipun demikian, keduanya sama-sama menjadi perantara bagi sesama pengguna media. Sama-sama bisa memberikan pengaruh terhadap masyarakat, secara kognitif, afektif dan konatif. Feminisme di  dunia virtual hadir dalam kedua bentuk tersebut. Konten yang dimuat di antaranya tentang kekerasan terhadap perempuan; fisik dan nonfisik, penindasan dan pembedaan perlakuan di lingkungan kerja, serta pembedaan peluang untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang setara. Pemuatan konten tersebut memiliki satu tujuan yaitu menyetarakan hak antara laki-laki dan perempuan. Namun jika dicermati, hak yang diperjuangkan oleh feminis tidak melulu perempuan, tetapi juga hak gender; feminin dan maskulin dan hak sebagai manusia atau HAM (Hak Asasi Manusia). Berangkat dari tuntutan atas HAM inilah, muncul gagasan tentang kebebasan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pemberitaan media massa (media sosial) terkait feminisme, dengan menggunakan studi kepustakaan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah, dalam penyajian konten seputar feminisme; kesetaraan dan kebebasan perempuan, ada perluasan makna yang mengarah pada kebebasan seksualitas, mengarah pada LGBT dan berubahnya norma sosial tentang seksualitas itu sendiri.


Full Text:

PDF

References


Akmal. 2018. Di Balik Tabir Feminisme. Diambil dari www.academia.edu.

Ali, Markus. 2016. Mewartakan Liyan: Media, Homoseksual dan Reproduksi Homophobia dalm Perspektif Historis. Prosiding Konferensi Internasional Feminisme: Persilangan Identitas, Agensi dan Politik. 841-866.

Djoeffan, Sri Hidayati. 2001. Gerakan Feminisme di Indonesia. Jurnal Mimbar. No 3 Th XVII Juli-September. 284-300.

Handayani, Trisakti dan Sugiarti. 2008. Konsep dan Teknik Penelitian Gender. Cetakan III. Malang: UPT Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.

Kriyantono, Rachmat. 2006. Riset Komunikasi. Edisi I. Jakarta: Kencana.

Littlejohn, Stephen W and Karen A Foss. 2016. Teori Komunikasi. Edisi IX. Diterjemahkan oleh: Mohammad Yusuf Hamdan. Jakarta: Salemba Humanika.

McRobbie Angela. 2006. Feminism, Postmodernism and The Real Me (dalam Durham, Meenakshi Gigi and Douglas Kellner. Media and Culture Studies). Third Series. Cornwall: TJ International.




DOI: https://doi.org/10.25008/jpi.v1i1.7

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Indexed by: 
Google Scholar  

Copyright of Jurnal Pewarta Persatuan Wartawan Indonesia


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



ALAMAT REDAKSI

Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia Gedung Dewan Pers lt. 4 Jl. Kebon Sirih No. 34 Telp. 3453131; 3862041 Faks 3453175 www.pwi.or.id


Contact Person: Prof. Dr. Rajab Ritonga (WA 0811133471)