Pemberitaan Tidak Sensitif Gender di Media Massa Indonesia

Irsan Febriansyah, Haresti Asysy Amrihani

Abstract


Penelitian ini membahas pemberitaan-pemberitaan yang tidak sensitif gender di media massa Indonesia. Media massa memiliki peran penting dalam mewujudkan kesetaraan gender. Di sisi lain, media massa mampu mempengaruhi pikiran masyarakat dalam setiap pemberitaannya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara terhadap pemimpin redaksi di media massa dan wartawan senior di Jakarta. Data tambahan diperoleh melalui artikel-artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional, buku, pemberitaan media massa dan data lain yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menemukan, media massa di Indonesia, terutama media online baik di Jakarta dan di luar Jakarta, masih terjebak pada istilah-istilah yang tidak sensitif gender dan hasil pemberitaan yang dituliskan juga menstigma kelompok gender nonbiner seperti kelompok LGBTQ, sehingga kelompok minoritas tersebut masih dianggap negative di lingkungan masyarakat.


References


AJI. (2015). Indikator sensitif gender untuk media. Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen.

Aries, M. (2022, 4 Maret). Fenomena jurnalisme clickbait di media online. Republika.co.id. https://kakibukit.republika.co.id/posts/65595/fenomena-jurnalisme-clickbait-di-media-online.

Bakhtiar, R., Sjafirah, N., & Herawati, M. (2019). Sensitivitas gender media online detik.com. Jurnal Kajian Jurnalisme, 3(1), 76-93.

Berger, P., & Luckman, T. (1966). The social construction of reality. United State. Anchor Book.

Berger, P., & Luckman, T. (1990). Tafsiran sosial atas kenyataan risalah tentang sosiologi pengetahuan. Jakarta: LP3ES.

Data Reportal. (2022, Februari 15). Digital 2022 Indonesia. Datareportal.com. https://datareportal.com/reports/digital-2022-indonesia.

Dharma, F. A. (2018). Konstruksi realitas sosial: Pemikiran Peter L Berger tentang kenyataan sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 1-9.

Demartoto, A. (2013, 10 April). Teori konstruksi sosial dari Peter L Berger dan Thomas Luckman. https://argyo.staff.uns.ac.id/2013/04/10/teori-konstruksi-sosial-dari-peter-l-berger-dan-thomas-luckman/.

Detik.com. (2011, 10 Maret). Faisal alias Shakira aktif kampanye penanggulangan HIV/AIDS. Detik.com. https://news.detik.com/berita/d-1588647/faisal-alias-shakira-aktif-kampanye-penanggulangan-hivaids.

Dewan Pers. (2008). Peraturan Dewan Pers tentang pengesahan surat keputusan Dewan Pers tentang kode etik jurnalistik sebagai peraturan Dewan Pers. Jakarta: Dewan Pers.

Dewan Pers. (2022, April 14). Data perusahaan pers. Dewanpers.or.id. https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers.

Dewan Pers. (2022). Buku saku wartawan. Dewan Pers.

Febrianti, N. (2017). Pendidikan kewarganegaraan: Mewujudkan keseteraan gender. Prosiding Konferensi Nasional Kewarganegaraan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Guba, E. G. (1990). The paradigm dialog. Sage Publications.

Gusnita, C. (2017). Kekerasan simbolik berita kriminal di media massa. Jurnal Kriminologi, 1(1), 71-82.

Hadiawati., Abdullah, I., & Udasmoro, W. (2013). Konstruksi media terhadap pemberitaan kasus perempuan koruptor. Jurnal Al Ulum, 13(2), 345-372.

Handayani, B., & Daherman, Y. (2020). Wacana kesetaraan gender: Kajian konseptual perempuan dan pelaku media massa. Jurnal Ranah Komunikasi, 4(1), 106-121.

Hidayat, D. N. (2002). Metodologi penelitian dalam sebuah “Multi-Paradigm Science”. Jurnal Mediator, 3(2), 197-220.

Ida, R. (2010). Respons komunitas waria Surabaya terhadap konstruk subjek transgender di media Indonesia. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 23(3), 221-228.

Imogen Communications Institute. (2022). Indonesian Media Landscape 2022. Research Report Imogen Communications Institute.

Indrasty, R., Wibawa, D., & Rojudin. (2018). Gender dalam kasus kekerasan terhadap perempuan di media online. Jurnal Ilmu Jurnalistik, 3(1), 90-112.

Ismail, Z., Lestari, M. P., Rahayu, P., Eleanora, F. N. (2019). Kesetaraan gender ditinjau dari sudut pandang normative dan sosiologis. Jurnal Sasi, 26(2), 154-161.

Karman. (2015). Konstruksi realitas sosial sebagai gerakan pemikiran (Sebuah telaah teoritis terhadap konstruksi realitas Peter L Berger). Jurnal Penelitian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, 5(3), 11-23.

Konde.co. (2022). Siaran pers riset terbaru Konde.co: Media memandang keragaman gender dan seksual non-normatif (LGBT). Jakarta: Konde.co.

Kriyantono, R. (2006). Teknik praktis riset komunikasi. Kencana.

Littlejohn, S. W. (2011). Theories of human communication. Illinois: Waveland press Inc.

Madrim, S. (2019, Agustus 7). Pemberitaan media di Indonesia masih bias gender. Voaindonesia.com. https://www.voaindonesia.com/a/pemberitaan-media-di-indonesia-masih-bias-gender/5032225.html.

McQuail, D. (2010). Mass communication theory. Sage Publications.

Napitulu, E. L. (2022, 5 Februari). Jurnalisme “clickbait” tak punya sensitivitas jender. Kompas.id. https://www.kompas.id/baca/dikbud/2022/02/05/perjuangkan-jurnalisme-senstif-gender.

Oetomo, D. (2017). Glosarium istilah orientasi seksual, identitas dan ekspresi gender dan ciri-ciri seks. Yayasan Gaya Nusantara.

Rohmah, R. (2017). Potret wanita berita kriminal pemerkosaan di media online sindonews.com. Jurnal Pendidikan Rokania, 2(2), 247-264.

Santoso, P. (2016). Konstruksi sosial media massa. Jurnal Al-Balagh, 1(1), 30-48.

Setyorini, N. (2017). Perempuan dan kejahatan cyber: Analisis wacana kritis pemberitaan perempuan di media sosial. Jurnal Studi Kultural, 2(2), 131-137.

Siregar, B., Sidharta, V., & Arlena, W. (2020). Pengarusutamaan gender: Studi kasus jurnalis perempuan Metro TV. Jurnal Global Komunika, 1(2), 24-31.

Susiana, S. (2022). Pengarusutamaan gender dalam media dan dunia jurnalistik. Jakarta: Pusat Penelitian Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI.

Sutarso, J. (2012). Perempuan, kekuasaan dan media massa: Sebuah studi pustaka. Jurnal Komuniti, 4(1), 1-17.

Taunuzi, I. (2011, 11 Maret). Waria bukan sampah masyarakat. Tribunnews.com. https://www.tribunnews.com/metropolitan/2011/03/11/waria-bukan-sampah-masyarakat.

Yolanda., & Silaban, M, W. (2019). Perempuan, media dan profesi jurnalis. Jurnal Kajian Komunikasi, 7(1), 97-109. doi: https://doi.org/10.24198/jkk.v7i1.18844

Yudah, A. (2013). Representasi transgender dan transeksual dalam pemberitaan di media massa: Sebuah tinjauan analisis wacana kritis. Jurnal Kriminologi Indonesia, 9(1), 37-49.




DOI: https://doi.org/10.25008/jpi.v4i2.111

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Irsan Febriansyah, Haresti Asysy Amrihani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



Indexed by:
Google Scholar

Copyright of Jurnal Pewarta Indonesia


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



ALAMAT REDAKSI
Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia
Gedung Dewan Pers lt. 4 Jl. Kebon Sirih No. 34
Telp. 3453131; 3862041
Faks. 3453175
www.pwi.or.id